Interpretasi Parameter Mikrobiologi pada Evaluasi Snapshot Limbah Klinik melalui Indikator Coliform dan Aktivitas Biologis Berbasis BOD

Authors

  • Widya Arum Prastanti Universitas Gadjah Mada
  • Rieza Mahendra Kusuma Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

DOI:

https://doi.org/10.37525/sp/2026-1/1806

Keywords:

aktivitas biologis, air limbah klinik, BOD, snapshot, total coliform

Abstract

Air limbah fasilitas pelayanan kesehatan berpotensi mengandung mikroorganisme dan bahan organik yang dapat berdampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga evaluasi kualitas air limbah menjadi aspek penting dalam pengelolaan lingkungan. Evaluasi kualitas air limbah sering dilakukan melalui pendekatan snapshot dengan menggunakan parameter mikrobiologi sebagai indikator utama, meskipun setiap parameter kualitas air merepresentasikan aspek biologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan peran parameter mikrobiologi dalam evaluasi snapshot air limbah klinik melalui perbandingan antara indikator total coliform dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebagai representasi aktivitas biologis secara umum. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menggunakan metode observasional pada air limbah Klinik Pratama instansi XYZ, dengan pengambilan sampel sesaat (grab sampling) pada titik keluaran limbah. Parameter yang dianalisis meliputi total coliform dan BOD₅, yang diuji sesuai dengan prosedur baku laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total coliform tidak terdeteksi pada seluruh sampel selama masa inkubasi, sementara nilai BOD₅ masih terukur dengan rata-rata sebesar 9,9825 mg/L. Perbedaan hasil antara indikator coliform dan BOD mengindikasikan bahwa tidak terdeteksinya bakteri indikator mikrobiologi tidak serta-merta mencerminkan ketiadaan aktivitas biologis dalam air limbah. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan parameter mikrobiologi tunggal dalam evaluasi snapshot berpotensi menghasilkan interpretasi yang parsial, sehingga diperlukan pendekatan multi-parameter untuk memperoleh gambaran kondisi biologis air limbah klinik yang lebih komprehensif dan kontekstual.

References

Abdullahi, A. B., Siregar, A. R., & Pakiding, W. (2021). The analysis of BOD (biological oxygen demand) and COD (chemical oxygen demand) contents in the water around laying chicken farms. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 788(1), 012155. https://doi.org/10.1088/1755-1315/788/1/012155

Asriva, H., Agustina, L., & Kusuma, R. M. (2024). Analisis kualitas buangan limbah cair domestik (klinik) PPSDM Migas Cepu. Jurnal EnviScience (Environment Science), 8(2), 92–105. https://doi.org/10.30736/jev.v8i2.755

Divya, A. H., & Solomon, P. A. (2016). Effects of some water quality parameters, especially total coliform and fecal coliform, in surface water of Chalakudy River. Procedia Technology, 24, 631–638. https://doi.org/10.1016/j.protcy.2016.05.151

Erinza, A. S., & Mustakim, A. (2025). Evaluasi kelayakan air sumur di kawasan Candi Muaro Jambi berdasarkan parameter lingkungan dan kesehatan. Polygon: Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam, 3(5), 36–49. https://doi.org/10.62383/polygon.v3i5.750

Fuad, M. A. Z., Sartimbul, A., Iranawati, F., Sambah, A. B., Yona, D., Hidayati, N., & Rahman, M. A. (2019). Metode penelitian kelautan dan perikanan: Prinsip dasar penelitian, pengambilan sampel, analisis, dan interpretasi data. Universitas Brawijaya Press.

Hidayat, M. R., Suparni, S., & Komalaningsih, S. (2023). Efektivitas instalasi pengolahan air limbah di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Sehat Masada, 17(2), 31–38. https://ejurnal.stikesdhb.ac.id/index.php/Jsm/article/download/431/336

Manulangga, O. G. L., & Leko, L. L. (2024). Simulasi dan analisis kuantitatif status mutu air menggunakan metode pollution index pada DAS Dendeng dan Liliba. Leibniz: Jurnal Matematika, 4(1), 86–96. https://doi.org/10.59632/leibniz.v3i1.606

Putrayana, K. D. A. M., Permatasari, A. A. A. P., Rosiana, I. W., & Widhiantara, I. G. (2021). Uji kualitas ruangan IGD secara bakteri di Rumah Sakit Bedah Dharma Usadha Sidhi dengan penggunaan desinfektan (natrium hipoklorit). Jurnal Media Sains, 5(1). https://doi.org/10.36002/jms.v5i1.1490

Sabaaturohma, C. L., Gelgel, K. T. P., & Suada, I. K. (2020). Jumlah cemaran bakteri coliform dan non-coliform pada air di RPU di Denpasar melampaui baku mutu nasional. Indonesia Medicus Veterinus, 9(1), 139–147. https://doi.org/10.19087/imv.2020.9.1.139

Saputra, R., & Alam, M. N. (2025). A review: Identifikasi mineral sulfida dengan perbandingan metode iodometri dan spektrofotometri. Illea: Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine, 56–61. https://etdci.org/journal/Illea/article/view/3313

Santoso, A. D. (2018). Keragaan nilai DO, BOD, dan COD di danau bekas tambang batu bara. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19(1), 3–10.

Saputri, E. T., & Efendy, M. (2020). Kepadatan bakteri coliform sebagai indikator pencemaran biologis di perairan pesisir Kabupaten Bangkalan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(2), 243–249. https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i2.7579

Yustina, E. W. (2021). Aspek hukum pengelolaan limbah medis pada fasilitas pelayanan kesehatan dan perlindungan terhadap kesehatan lingkungan. Jurnal Paradigma Hukum dan Pembangunan, 6(1), 98–115.

Published

2026-03-31

How to Cite

Widya Arum Prastanti, & Kusuma, R. M. (2026). Interpretasi Parameter Mikrobiologi pada Evaluasi Snapshot Limbah Klinik melalui Indikator Coliform dan Aktivitas Biologis Berbasis BOD. Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas, 16(1). https://doi.org/10.37525/sp/2026-1/1806