https://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/issue/feedSwara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas2026-03-31T01:45:32+00:00Tim Pengelola Publikasi Ilmiahjurnal.ppsdmmigas@esdm.go.idOpen Journal Systems<p><!--StartFragment --></p> <p><strong>Swara Patra </strong>adalah majalah ilmiah yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) dan berfungsi sebagai wahana publikasi untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian, kajian literatur, serta penerapan teknologi di bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kompetensi, dan inovasi teknis khususnya pada sektor minyak dan gas bumi. Majalah ini menjadi sarana komunikasi ilmiah bagi widyaiswara, peneliti, praktisi, dan akademisi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kinerja operasional di industri energi. Fokus dan ruang lingkup naskah yang diterima mencakup topik pengembangan SDM, pendidikan, dan pelatihan di sektor energi; teknologi, operasi, dan pemeliharaan fasilitas energi; keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan; manajemen, kebijakan, dan tata kelola sektor energi; serta inovasi dan keberlanjutan energi.</p>https://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1649Studi Kelayakan Penerapan IoT pada Sistem Pemantauan Boiler untuk Integrasi ke DCS2025-12-02T02:25:44+00:00Anugerah Ramadhan Ablifami Pratamaanugerahrap@gmail.comDiyaah Putri Indah Rahmawati Supriyonoputrindahirs@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Pemantauan kondisi </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler </span></em><span style="font-weight: 400;">di banyak fasilitas industri migas hingga saat ini masih dilakukan secara manual oleh operator, sehingga frekuensi pengecekan tidak selalu konsisten dan potensi keterlambatan dalam mendeteksi perubahan kondisi cukup besar. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan digitalisasi proses, teknologi </span><em><span style="font-weight: 400;">Internet of Things </span></em><span style="font-weight: 400;">(IoT) menawarkan pendekatan yang lebih terhubung dan real-time serta berpeluang untuk diintegrasikan dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">Distributed Control System </span></em><span style="font-weight: 400;">(DCS). Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan penerapan IoT sebagai langkah awal modernisasi sistem pemantauan </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan mengacu pada data dan temuan selama kegiatan Kerja Praktik, dokumen teknis </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler</span></em><span style="font-weight: 400;">, ketentuan pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2020, serta berbagai literatur terkait IoT industri dan integrasi sistem kontrol. Analisis dilakukan melalui perbandingan antara kondisi pemantauan eksisting dan kebutuhan ideal apabila sistem ditargetkan dapat terhubung ke DCS, mencakup aspek teknis, operasional, keamanan data, dan potensi manfaat yang dapat diperoleh. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan IoT dinilai cukup layak untuk diimplementasikan sebagai tahap awal digitalisasi pemantauan </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler</span></em><span style="font-weight: 400;">, dengan perhatian khusus pada pemilihan sensor, protokol komunikasi, dan pengaman data. Penelitian ini juga merumuskan konsep arsitektur IoT serta tahapan yang dapat dijadikan dasar untuk rencana integrasi sistem pemantauan </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler </span></em><span style="font-weight: 400;">menuju DCS.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anugerah Ramadhan Ablifami Pratama, Diyaah Putri Indah Rahmawati Supriyonohttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1611 Evaluasi Efektivitas Unit API II terhadap Pencapaian Ambang Batas Air Limbah di Cepu, Jawa Tengah2026-02-03T07:53:36+00:00Ami Fahmiami.fahmi456@gmail.comRieza Mahendra Kusumaamif6296@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Air limbah hasil kegiatan pengolahan minyak bumi mengandung berbagai senyawa organik dan anorganik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja Unit API II dalam menurunkan kadar berbagai parameter pencemar utama pada air limbah di PPSDM Migas. Contoh uji air limbah diambil pada lokasi masuk (</span><em><span style="font-weight: 400;">inlet</span></em><span style="font-weight: 400;">) dan keluar (</span><em><span style="font-weight: 400;">outlet</span></em><span style="font-weight: 400;">) Unit API II menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">grab sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">, kemudian dianalisis di Laboratorium Lindungan Lingkungan PPSDM Migas. Parameter yang diuji meliputi pH, suhu, BOD₅, COD, minyak dan lemak, amonia, serta fenol. Setiap parameter diuji berdasarkan standar nasional dan internasional, antara lain SNI 6989.72:2009 untuk BOD₅, SNI 6989.73:2009 untuk COD, SNI 06-6989.10:2004 untuk minyak dan lemak, APHA 4500-NH₃ Fenat untuk amonia, serta APHA 5530-Phenols untuk fenol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Unit API II memiliki efektivitas tinggi dalam menurunkan kadar pencemar, dengan efisiensi penurunan BOD₅ sebesar 43,55%, COD sebesar 25%, minyak dan lemak sebesar 28,53%, fenol sebesar 22,07%, dan amonia sebesar 24,65%. Nilai pH (6,87–7,15) dan suhu (32,8–31,3°C) juga masih berada dalam rentang ambang batas sesuai ketentuan Peraturan menteri LH No. 19 Tahun 2010. Secara umum, Unit API II terbukti mampu menghasilkan efluen yang memenuhi standar lingkungan. Optimalisasi kinerja masih dapat dilakukan melalui penambahan </span><em><span style="font-weight: 400;">inclined plate separator</span></em><span style="font-weight: 400;"> serta pemeliharaan rutin untuk meningkatkan efisiensi pemisahan minyak dan padatan tersuspensi.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ami Fahmi, Rieza Mahendra Kusumahttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1806Interpretasi Parameter Mikrobiologi pada Evaluasi Snapshot Limbah Klinik melalui Indikator Coliform dan Aktivitas Biologis Berbasis BOD2026-02-18T01:23:47+00:00Widya Arum Prastantixa7.36.widya@gmail.comRieza Mahendra Kusumazandrasuma@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Air limbah fasilitas pelayanan kesehatan berpotensi mengandung mikroorganisme dan bahan organik yang dapat berdampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga evaluasi kualitas air limbah menjadi aspek penting dalam pengelolaan lingkungan. Evaluasi kualitas air limbah sering dilakukan melalui pendekatan snapshot dengan menggunakan parameter mikrobiologi sebagai indikator utama, meskipun setiap parameter kualitas air merepresentasikan aspek biologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan peran parameter mikrobiologi dalam evaluasi snapshot air limbah klinik melalui perbandingan antara indikator total coliform dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Biochemical Oxygen Demand</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BOD) sebagai representasi aktivitas biologis secara umum. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menggunakan metode observasional pada air limbah Klinik Pratama instansi XYZ, dengan pengambilan sampel sesaat (grab sampling) pada titik keluaran limbah. Parameter yang dianalisis meliputi total coliform dan BOD₅, yang diuji sesuai dengan prosedur baku laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total coliform tidak terdeteksi pada seluruh sampel selama masa inkubasi, sementara nilai BOD₅ masih terukur dengan rata-rata sebesar 9,9825 mg/L. Perbedaan hasil antara indikator coliform dan BOD mengindikasikan bahwa tidak terdeteksinya bakteri indikator mikrobiologi tidak serta-merta mencerminkan ketiadaan aktivitas biologis dalam air limbah. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan parameter mikrobiologi tunggal dalam evaluasi snapshot berpotensi menghasilkan interpretasi yang parsial, sehingga diperlukan pendekatan multi-parameter untuk memperoleh gambaran kondisi biologis air limbah klinik yang lebih komprehensif dan kontekstual.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Widya Arum Prastanti, Rieza Mahendra Kusumahttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1186Analisis Evaporation Loss Tangki Timbun Pertasol CA dan Pertasol CB melalui Studi Eksperimental dan Pemodelan Matematis2026-02-05T03:31:51+00:00Apriyan Bima Maulana22521086@students.uii.ac.idMuhammad Izza Alexander22521086@students.uii.ac.id<p><span style="font-weight: 400;">Kehilangan produk akibat penguapan (</span><em><span style="font-weight: 400;">evaporation loss</span></em><span style="font-weight: 400;">) merupakan salah satu tantangan signifikan dalam sistem penyimpanan migas, khususnya pada tangki timbun tipe atap tetap (</span><em><span style="font-weight: 400;">fixed roof tank</span></em><span style="font-weight: 400;">). Penguapan ini terjadi karena fluktuasi suhu lingkungan dan aktivitas pengisian serta pengosongan tangki yang menyebabkan terbentuknya uap hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan di PPSDM MIGAS Cepu dengan fokus pada dua tangki timbun, yaitu Tangki T-116 untuk Pertasol CA dan Tangki T-110 untuk Pertasol CB. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis besar </span><em><span style="font-weight: 400;">evaporation loss</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang terjadi serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi nilainya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap suhu lingkungan, level cairan tangki (</span><em><span style="font-weight: 400;">ullage</span></em><span style="font-weight: 400;">), volume </span><em><span style="font-weight: 400;">throughput</span></em><span style="font-weight: 400;">, serta spesifikasi teknis tangki. Analisis dilakukan dengan pendekatan matematis menggunakan acuan API MPMS Chapter 19.2 dan API Bulletin 2523 untuk menghitung dua komponen utama </span><em><span style="font-weight: 400;">evaporation loss</span></em><span style="font-weight: 400;">, yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">breathing loss</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">working loss</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Tangki T-116 mengalami kehilangan sebesar 233,905 bbl/tahun, sedangkan Tangki T-110 sebesar 34,021 bbl/tahun. Kerugian finansial total akibat kehilangan ini mencapai lebih dari Rp275 juta per tahun. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk dan intensitas </span><em><span style="font-weight: 400;">throughput</span></em><span style="font-weight: 400;"> memiliki pengaruh signifikan terhadap besarnya penguapan. Rekomendasi utama yang disarankan adalah pemasangan sistem pengendali emisi seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">Vapor Recovery Unit</span></em><span style="font-weight: 400;"> (VRU) untuk menekan kehilangan produk dan dampak lingkungan.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Apriyan Bima Maulana, Muhammad Izza Alexanderhttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1374 Analisis Kestabilan Sistem Pengendalian Level Tangki Minyak pada Boiler Drum Simulator Model BDT921 dengan Metode Pole Analysis dan Bode Plot2025-10-28T09:44:06+00:00Hilma Kurnia Fandanahilmakf@student.ub.ac.idAlifia Nur Khabiba Bilhaq Bilhaqalifiabilhaq@student.ub.ac.id<p><em><span style="font-weight: 400;">Boiler Drum Simulator </span></em><span style="font-weight: 400;">BDT921 merupakan salah satu media pelatihan di PPSDM Migas Cepu yang dirancang untuk mensimulasikan proses kerja sebuah </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler </span></em><span style="font-weight: 400;">tipe </span><em><span style="font-weight: 400;">drum </span></em><span style="font-weight: 400;">di industri. Salah satu aspek penting dalam sistem ini adalah pengendalian level air dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">drum </span></em><span style="font-weight: 400;">yang digunakan untuk menjaga kinerja dan keselamatan sistem. Penelitian ini membahas analisis kestabilan sistem pengendalian level pada Tangki 11 (T11) dengan menggunakan metode analisis, yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">pole analysis </span></em><span style="font-weight: 400;">untuk mengetahui letak </span><em><span style="font-weight: 400;">pole </span></em><span style="font-weight: 400;">sistem, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">bode plot </span></em><span style="font-weight: 400;">untuk memberikan gambaran terhadap </span><em><span style="font-weight: 400;">gain margin </span></em><span style="font-weight: 400;">dan </span><em><span style="font-weight: 400;">phase margin </span></em><span style="font-weight: 400;">yang menjadi parameter penting dalam menentukan batas kestabilan sistem terhadap gangguan atau perubahan parameter. Data diperoleh dari respon </span><em><span style="font-weight: 400;">process variable </span></em><span style="font-weight: 400;">(PV) yang berupa level air terhadap perubahan </span><em><span style="font-weight: 400;">manipulated variable </span></em><span style="font-weight: 400;">(MV) berupa bukaan katup, kemudian diolah menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">software </span></em><span style="font-weight: 400;">MATLAB untuk mendapatkan fungsi transfer orde dua. Hasil identifikasi menunjukkan model dengan pembilang 2.294</span><em><span style="font-weight: 400;">s </span></em><span style="font-weight: 400;">+ 0.02343 dan penyebut berpangkat dua pada variabel </span><em><span style="font-weight: 400;">s</span></em><span style="font-weight: 400;">. Analisis </span><em><span style="font-weight: 400;">pole-zero </span></em><span style="font-weight: 400;">menunjukkan dua </span><em><span style="font-weight: 400;">pole </span></em><span style="font-weight: 400;">real di </span><em><span style="font-weight: 400;">s </span></em><span style="font-weight: 400;">≈ − 0.1206 (</span><em><span style="font-weight: 400;">pole </span></em><span style="font-weight: 400;">cepat) dan </span><em><span style="font-weight: 400;">s </span></em><span style="font-weight: 400;">≈ −0.0099 (</span><em><span style="font-weight: 400;">pole </span></em><span style="font-weight: 400;">lambat), serta satu </span><em><span style="font-weight: 400;">zero </span></em><span style="font-weight: 400;">di </span><em><span style="font-weight: 400;">s </span></em><span style="font-weight: 400;">≈ −0.0102 yang mempercepat pencapaian </span><em><span style="font-weight: 400;">steady state</span></em><span style="font-weight: 400;">. Seluruh </span><em><span style="font-weight: 400;">pole </span></em><span style="font-weight: 400;">berada di sisi kiri sumbu nyata, menandakan sistem stabil. </span><em><span style="font-weight: 400;">Bode Plot </span></em><span style="font-weight: 400;">menunjukkan </span><em><span style="font-weight: 400;">phase margin </span></em><span style="font-weight: 400;">sebesar 93° pada frekuensi 2,29 rad/s, </span><em><span style="font-weight: 400;">gain margin </span></em><span style="font-weight: 400;">tak hingga, dan karakteristik </span><em><span style="font-weight: 400;">low-pass filter </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan respon halus tanpa osilasi berlebih. Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem kontrol level T11 memiliki kestabilan yang tinggi, jauh dari batas ketidakstabilan sistem, serta kinerja dinamik yang andal untuk aplikasi pengendalian level cairan pada </span><em><span style="font-weight: 400;">boiler drum</span></em><span style="font-weight: 400;">.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hilma Kurnia Fandana, Alifia Nur Khabiba Bilhaq Bilhaqhttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1607Verifikasi Pengujian Density Biosolar dan Flash Point Minyak Bakar dengan Evaluasi Repeatability dan Reproducibility Menggunakan Uji Anova Single Factor2026-02-23T03:45:15+00:00Hilda Zahir Tsanisiwihildazahir94@gmail.comAmelia Syahranihildazahir94@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Jaminan kualitas dalam pengujian produk minyak bumi, terutama untuk </span><em><span style="font-weight: 400;">Density</span></em><span style="font-weight: 400;"> Biosolar dan Titik Nyala Minyak Bakar, memiliki peranan penting dalam pengawasan kualitas di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa ketepatan dan konsistensi metode pengujian kedua parameter tersebut dengan menganalisis keterulangannya serta perbedaan hasil melalui metode statistik. Pengujian dilakukan secara berulang pada sampel Biosolar B-35 dan Minyak Bakar sesuai dengan ketentuan ASTM D4052 dan ASTM D93. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisa </span><em><span style="font-weight: 400;">Anova Single Factors</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil evaluasi intralaboratory menggunakan metode korelasi dan analisis </span><em><span style="font-weight: 400;">ANOVA single factor</span></em><span style="font-weight: 400;"> menunjukkan nilai F-hitung densitas biosolar sebesar 7,261 dengan p-value 0,0195, sedangkan untuk flash point minyak bakar diperoleh nilai F-hitung sebesar 0,435 dengan p-value 0,522. Kedua metode pengujian telah terbukti dapat diimplementasikan secara konsisten oleh personil yang kompeten dengan minimal dua operator yang berbeda dalam kondisi laboratorium yang terkontrol, memenuhi persyaratan presisi dan akurasi standar ASTM serta ISO/IEC 17025:2017</span><em><span style="font-weight: 400;">.</span></em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hilda Zahir Tsanisiwi, Amelia Syahranihttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1188Analisis Pengaruh Pemilihan Material Selubung Bangunan terhadap Tingkat Kenyamanan Termal pada Gedung Kantor2026-02-04T02:43:24+00:00Muhammad Farrel Saputramuhammad.122340061@student.itera.ac.idAngga Ardhana Pratamaangga.122340019@student.itera.ac.idAgus Sugihartoagus.sugiharto@esdm.go.id<p>Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam desain bangunan, khususnya pada iklim tropis. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pemilihan jenis dan warna material selubung bangunan terhadap tingkat kenyamanan termal di Gedung PPSDM Migas Cepu. Berdasarkan kajian pustaka, selubung bangunan memegang peranan penting dalam mengendalikan suhu dan kelembapan ruang secara pasif, khususnya melalui penggunaan material dengan karakteristik termal tertentu. Metode yang digunakan berupa pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengamatan langsung serta pengukuran suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin menggunakan alat digital. Pengukuran dilakukan pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2025 di tiga titik lokasi (area lobi utama, lorong kiri, dan lorong kanan) yang mewakili orientasi dan eksposur matahari yang berbeda dan dua sesi waktu pada pagi hari (08.30 - 09.00 WIB) dan siang hari (13.00 - 14.00 WIB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kaca bening dengan bukaan luas meningkatkan suhu ruang secara signifikan, sementara <em>Aluminium Composite Panel</em> (ACP) berwarna terang mampu menurunkan serapan panas. Kecepatan angin yang rendah menunjukkan minimnya ventilasi alami. Sintesis dari temuan ini menyimpulkan bahwa desain selubung bangunan yang tepat, dikombinasikan dengan material berdaya reflektif tinggi dan bukaan terkontrol, dapat meningkatkan kenyamanan termal secara signifikan tanpa bergantung penuh pada sistem pendingin aktif.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Farrel Saputra, Angga Ardhana Pratama, Agus Sugihartohttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1747Analisis Kelayakan Air Terproduksi untuk Water Injection Berdasarkan Parameter pH, Oil Content, dan Total Dissolved Solids (TDS)2026-01-30T01:29:25+00:00Eryka Puji Lestarierykapujilestari02@gmail.comPuspa Ratupusparatu2000@yahoo.com<p>Air terproduksi (<em>produced water</em>) merupakan produk samping dari kegiatan produksi minyak dan gas bumi yang mengandung berbagai senyawa organik maupun anorganik. Evaluasi kelayakan air terproduksi untuk diinjeksikan kembali ke reservoir menjadi aspek penting karena kualitas air yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, kerusakan peralatan, serta gangguan pada formasi reservoir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air terproduksi berdasarkan parameter pH, <em>oil content</em>, dan <em>Total Dissolved Solids</em> (TDS) dengan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 19 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (<em>onshore</em>). Penelitian dilakukan di PT XYZ, Tuban, Jawa Timur, dengan pengambilan sampel pada outlet <em>storage tank</em> TK–8002 A sebelum fluida memasuki <em>injection pump</em> selama periode pemantauan 11 hari (18–28 Februari 2023). Analisis pH dilakukan menggunakan <em>pH meter</em> sesuai SNI 06–6989.11–2004, sedangkan analisis <em>oil content</em> dan TDS menggunakan metode gravimetri masing-masing berdasarkan SNI 06–6989.10–2011 dan SNI 06–6989.27–2005. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pH berada pada rentang 7,40–7,82 dan seluruhnya masih memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan (6–9). Namun demikian, konsentrasi <em>oil content</em> berada pada kisaran 39,04–84,91 mg/L, melampaui batas maksimum yang ditetapkan sebesar 25 mg/L. Parameter TDS juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi, yaitu 17.410,0–18.212,9 mg/L, jauh melebihi baku mutu sebesar 4.000 mg/L. Secara keseluruhan, meskipun nilai pH memenuhi persyaratan dan tidak menunjukkan potensi korosivitas yang signifikan, tingginya <em>oil content</em> berpotensi menyebabkan penyumbatan pada sistem injeksi (<em>plugging</em>) dan menurunkan kemampuan injeksi (<em>injectivity</em>), sedangkan konsentrasi TDS yang tinggi meningkatkan risiko pembentukan kerak (<em>scaling</em>) dan kerusakan formasi (<em>formation damage</em>). Oleh karena itu, air terproduksi yang diuji dinyatakan belum memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan kembali sebagai fluida <em>water injection</em>.</p>2026-04-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Eryka Puji Lestari, Puspa Ratuhttps://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/1807Analisis Perbandingan Kualitas Crude Oil pada Sumur X dan Z dengan Menggunakan Parameter Uji Base Sediment and Water (BS&W) ASTM D4007 dan API Gravity ASTM D12782026-02-20T02:30:00+00:00Fitri Aufi Auliaaufiaulia14@gmail.comTun Sriana tun.sriana@gmail.com<p>Kualitas <em>crude oil</em> sangat menentukan efisiensi produksi, transportasi, dan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas minyak mentah dari sumur X dan sumur Z menggunakan parameter <em>Base Sediment and Water</em> (BS&W) metode ASTM D4007 dan <em>API Gravity</em> metode ASTM D1278. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sumur X memiliki nilai BS&W sebesar 0,11% (memenuhi spesifikasi ≤0,5%) dengan API Gravity 38° yang tergolong <em>light crude oil</em>. Sebaliknya, sumur Z memiliki nilai BS&W sebesar 2,45% (melebihi batas spesifikasi) dengan API Gravity 63° yang tergolong kondensat sangat ringan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun sumur Z memiliki nilai API Gravity yang lebih tinggi, kualitas minyak mentah dari sumur X lebih baik ditinjau dari parameter BS&W dan kesesuaiannya terhadap spesifikasi. Dengan demikian, kombinasi parameter BS&W dan API Gravity dapat digunakan sebagai dasar dalam membandingkan kualitas crude oil dari berbagai sumber.</p>2026-04-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Aufi Aulia, Tun Sriana https://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/649Analisis Kepuasan Pengguna Website PKL Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS)2025-08-19T07:19:25+00:00Nurul Hidayahnurul.hdyh1103@gmail.comKharisma Sinta Darmayantinurul.hdyh1103@gmail.comDwi Wijayantinurul.hdyh1103@gmail.com<p>Penelitian ini dilakukan untuk menilai tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem informasi <em>website</em> PKL PPSDM Migas dengan menerapkan model <em>End User Computing Satisfaction</em> (EUCS). Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari survei menggunakan kuesioner tertutup yang dibagikan kepada 58 responden dari total 136 peserta PKL periode April–Mei 2024, dengan pemilihan sampel mengacu pada rumus Slovin. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS guna menguji pengaruh lima dimensi EUCS konten, akurasi, format, aksesibilitas penggunaan, dan ketepatan waktu terhadap tingkat kepuasan pengguna. Data temuan penelitian memperlihatkan bahwa seluruh Variabel independen menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pengguna, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,904, yang membuktikan bahwa 90,4% variasi kepuasan dapat dijelaskan oleh kelima dimensi tersebut. Sebagian besar responden menyatakan sangat puas (69,4%) dan puas (25,8%), sedangkan 4,8% menyatakan cukup puas. Temuan utama menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kemudahan akses menjadi faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi pengelola PPSDM Migas dalam meningkatkan kualitas tampilan serta responsivitas <em>website</em>, sekaligus kontribusi teoretis untuk memperkuat penerapan model EUCS pada sistem informasi berbasis web di bidang pendidikan dan pelatihan.</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurul Hidayah, Kharisma Sinta Darmayanti, Dwi Wijayanti