Desain Electric Submersible Pump dengan Analisis Pengaruh Gas terhadap Kapasitas Pompa pada Sumur PHE-30 Di Lapangan Pertamina Hulu Energi WMO

Authors

  • Harits Dhiyaa Rozaan Aulia PEM Akamigas
  • Edi Untoro
  • Agus Wahyudi PEM Akamigas

DOI:

https://doi.org/10.37525/mz/2019-2/225

Keywords:

ESP Design, Pump Capacity, Gas Effect Analysis, Cost Recovery

Abstract

Seiring berjalannya waktu biasanya aplikasi pada pemasangan ESP tidak sesuai dengan harapan dan kondisi dilapangan seringkali terjadi over load atau under load serta seringkali tidak sesuai dengan potensi sumurnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kapasitas pompa ESP yang dipasang telah sesuai dengan kemampuan produksi sumur yang diproduksikan. Kemampuan Produksi Sumur PHE 30 sudah mati atau tidak berjalan dikarenakan kondisi pompa ESP yang tidak berjalan atau mati karena rusak. Karena itu diperlukan untuk mengevaluasi atau merencanakan kembali sumur PHE 30. Dengan injeksi gas nitrogen kita dapat mengetahui test produksi sebesar 3500 BLPD lalu kita asumsikan 3 kondisi untuk 3 laju alir yang di inginkan yaitu dengan desain 3500 BLPD, 6500 BLPD, dan 8000 BLPD dengan beberapa kondisi GOR dan water cut yang akan berubah seinring berjalanya waktu. Dan juga kita harus memasang pompa dengan kondisi yang sesuai. Optimasi sumur menggunakan ESP dengan analisis sistem pengaruh gas dimana, Semakin tinggi GOR dengan desain laju alir yang sama akan menghasilkan downhole rate yang semakin tinggi sehingga membutuhkan kapasitas pompa yang lebih besar. Selain itu, semakin dalam pump setting depth dengan GOR dan desain laju alir yang sama maka akan menghasilkan downhole rate yang semakin kecil. Dari hasil perancangan pompa dan nilai keekonomian, sumur PHE 30 dapat dioptimalkan produksinya dengan desain laju alir pompa 6500 BLPD menggunakan tipe pompa “REDA GN7000”, motor “REDA 540_91_Std 360HP 1902V 111Amps”, dan kabel “#1 Copper 115 amps (max)”. Dengan Advance Gas Handling dan VGSA (efisiensi gas separator 70%) yang terpasang maka kapasitas pompa yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sehingga sangat bermanfaat untuk sumur PHE 30. Berdasarkan hasil analisis ekonomi dinilai pompa REDA GN 7000 yang dipilih karena dianggap paling menguntungkan dengan keuntungan sebesar $8,740,573.36,-, persen ketertarikan sebesar 93%, dan pengembalian modal selama 5,4 bulan.

References

Ahmed, Tarek, 1946. “Reservoir Engineer Handbook”, Second Edition, Texas; Butterworth-Heinemann,.
Brown, E., Kermit, 1977. “The Technology Of Artificial Lift Method”, Volume 2a, Oklahoma; Pennwell Publishing Company.
Brown, E., Kermit, 1980. “The Technology Of Artificial Lift Method”, Volume 3a, Oklahoma; Pennwell Publishing Company.
Gabor, Takack, 2009, “Electric Submersible Pump Manual Desingn, Operations and Maintenance”, United States of America: Gulf Publishing Company.
Guo, Boyun, 2007. “Petroleum Production Engineer”, Lafayette; Elsevier Science & Technology Books.
Nurhendro, Kunto, 2013. “Teknik Eksploitasi”, Diploma 1, Cepu; PTK-Akamigas STEM.
Rachmat, Sudjati, Hand Out Equipment Sizing Electric Submersible Pump, Jurusan Teknik Perminyakan, ITB, Bandung, 2004.
Kurniawan, Akbar, Perkiraan Efisiensi Electric Submersible Pump pada sumur minyak yang berproduksi gas, Tugas Akhir, ITB Bandung, 200

Published

2019-11-21

How to Cite

Aulia, H. D. R., Untoro, E. ., & Wahyudi , A. . (2019). Desain Electric Submersible Pump dengan Analisis Pengaruh Gas terhadap Kapasitas Pompa pada Sumur PHE-30 Di Lapangan Pertamina Hulu Energi WMO. Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom, 1(2), 9–14. https://doi.org/10.37525/mz/2019-2/225